STUDI ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR DENGAN PENDEKATAN VERNAKULAR KAMPUNG ADAT URUG PADA REDESAIN BANGUNAN KANTOR BUPATI BOGOR

Authors

  • Prayoga Fahlul Hidayat Program Studi Pascasarjana, Universitas Gunadarma
  • Agus Suparman Program Studi Pascasarjana, Universitas Gunadarma

Keywords:

Neovernakular, Kampung Adat Urug, Kantor Bupati Bogor, Identitas Budaya, Arsitektur Sunda

Abstract

Globalisasi pada sektor konstruksi di Indonesia memicu krisis jati diri arsitektur, termasuk di pusat pemerintahan Kabupaten Bogor yang kini didominasi bangunan fungsional tanpa karakter budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kembali Kantor Bupati Bogor dengan mengintegrasikan identitas budaya Sunda guna mengatasi "alienasi visual" pada kawasan publik. Topik ini krusial karena peran arsitektur pemerintahan sebagai landmark sekaligus representasi memori kolektif masyarakat.

Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan arsitektur neovernakular dengan prinsip double coding. Tahapan diawali dengan identifikasi nilai-nilai arsitektur tradisional pada bangunan Gedong Ageung di Kampung Adat Urug, meliputi tatanan ruang hierarkis, struktur panggung responsif seismik, dan geometri atap fungsional. Elemen-elemen tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam desain kontemporer menggunakan teknologi konstruksi modern seperti material baja bentang lebar dan panel fasad inovatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan neovernakular mampu menciptakan rekonsiliasi antara kemajuan fungsional dan pelestarian nilai filosofis. Kesimpulannya, penggabungan esensi lokal Kampung Adat Urug ke dalam desain Kantor Bupati Bogor tidak hanya memperkokoh citra kawasan, tetapi juga menciptakan simbol birokrasi yang berwibawa, adaptif, dan berakar kuat pada kearifan lokal masyarakat Sunda.

References

Jencks, Charles. (1977). The Language of Post-Modern Architecture. London: Academy Editions. (Sumber utama teori Double Coding, kode populer/profesional, dan eklektisme radikal).

Jencks, Charles. (1987). Post-Modernism: The New Classicism in Art and Architecture. New York: Rizzoli. (Referensi mengenai prinsip hibridasi, Pro-Craftsmanship, dan estetika pascamodern).

Jencks, Charles. (1980). Signs, Symbols, and Architecture. London: Wiley. (Landasan teori mengenai Multivalency atau kedalaman makna dalam simbol arsitektur).

Moleong, Lexy J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. (Referensi metode deskriptif kualitatif untuk menangkap makna perilaku dan fisik objek).

Rapoport, Amos. (1969). House Form and Culture. New Jersey: Prentice-Hall. (Teori pendukung mengenai hubungan nilai vernakular dengan iklim dan budaya).

Oliver, Paul. (1997). Encyclopedia of Vernacular Architecture of the World. Cambridge: Cambridge University Press. (Referensi dasar mengenai arsitektur vernakular sebagai "perangkat lunak" kebudayaan).

Prijotomo, Josef. (2018). Arsitektur Nusantara: Menuju Arsitektur Berharkat. Surabaya: Wastu Lanas Grafika. (Kajian mengenai reinterpretasi nilai nusantara tanpa replikasi literal).`

Sumardjo, Jakob. (2006). Simbol-Simbol Artefak Budaya Sunda: Tafsir Filosofis Arsitektur dan Ragam Hias. Bandung: Kelir. (Sumber rujukan mengenai filosofi ornamen Patra Pajajaran: Ukel, Culo, Simbar, dan Pecahan).

Sujadi, Akhmad. (2015). Morfologi Bangunan Tradisional di Jawa Barat. Bandung: ITB Press. (Data teknis mengenai geometri atap Julang Ngapak dan struktur panggung Sunda).

Frampton, Kenneth. (1983). Towards a Critical Regionalism: Six Points for an Architecture of Resistance. London: Thames and Hudson. (Kajian mengenai perlawanan arsitektur lokal terhadap homogenitas globalisasi/internasional).

Salura, Purnama. (2010). Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan. Bandung: Architecture & Communication. (Referensi khusus mengenai anatomi arsitektur Sunda dan nilai kepemimpinan dalam bangunan publik).

Tjahjono, Gunawan. (1998). Architecture: Indonesian Heritage. Singapore: Archipelago Press. (Referensi sejarah mengenai evolusi bangunan pusat pemerintahan di Indonesia).

Downloads

Published

2026-02-04

How to Cite

Prayoga Fahlul Hidayat, & Agus Suparman. (2026). STUDI ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR DENGAN PENDEKATAN VERNAKULAR KAMPUNG ADAT URUG PADA REDESAIN BANGUNAN KANTOR BUPATI BOGOR. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(9), 10827–10836. Retrieved from https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12363